BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai salah satu produsen mi
instan terbesar di dunia, Divisi Mi Instan Indofood senantiasa berada di posisi
terdepan dalam industri mi instan Indonesia, dikenal atas produknya yang
berkualitas dan memiliki cita rasa yang tinggi dengan harga terjangkau.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (dahulu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Gizindo Primanusantara, PT
Indosentra Pelangi, PT
Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT
Ciptakemas Abadi) (IDX: ICBP) merupakan
produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang
bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan
ini didirikan pada tahun 1990 oleh Sudono Salim dengan nama PT Panganjaya Intikusuma. Pada
tahun 1994 - Berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur.Pada tahun 1995 -
Mengakuisisi pabrik penggilingan gandum yaitu Bogasari.Setelah Mengakuisisi
pabrik penggilingan gandum Bogasari pada tahun 1997 - Mengakuisisi 80% saham
perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, agribisnis serta distribusi.2005
- Membentuk perusahaan patungan dengan Nestlé, mengakuisisi perusahaan
perkebunan di Kalimantan Barat.Pada tahun 2006 - Mengakuisisi 55,0% saham perusahaan
perkapalan Pacsari Pte. Ltd.Kemudian pada tahun 2007 - Mencatatkan saham Grup
Agribisnis di Bursa Efek Singapura dan menempatkan saham baru.Pada tahun2008 -
Mengakuisisi 100% saham Drayton Pte. Ltd. yang memiliki secara efektif 68,57%
saham di PT Indolakto, sebuah perusahaan dairy terkemuka.Kemudian pada tahun
2009 - Memulai proses restrukturisasi internal Grup CBP melalui pembentukan PT
Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dan pemekaran kegiatan usaha mi instan dan
bumbu yang diikuti dengan penggabungan usaha seluruh anak perusahaan di Grup
Produk Konsumen Bermerek (CBP), yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan,
ke dalam ICBP.Pada tahun2010 - Menyelesaikan restrukturisasi internal Grup CBP
melalui pengalihan kepemilikan saham anak perusahaan di Grup CBP dengan jumlah
kepemilikan kurang dari 100% ke ICBP dan melakukan Penawaran Saham Perdana yang
dilanjutkan dengan pencatatan saham ICBP di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7
Oktober 2010.
Dalam
beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah
bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup
seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan
bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang
eceran.
1.2 Tujuan
·
Untuk memperluas pengetahuan
mengenai teknologi pangan khususnya pada pengolahan bahan pangan setengah jadi
·
Untuk mengetahui proses pengolahan,
pengemasan dan distribusi produk setengah jadi mie instan
1.3 Waktu
Hari : Selasa
Tanggal : 2 Mei 2017
1.4 Lokasi
PT. Indofood CBP Sukses Makmur
Pasuruan
BAB II
ISI
2.1
Pengadaan bahan makanan (bahan baku dan
bahan tambahan )
·
Bahan
baku (mie)
a. Tepung terigu merupakan
bahan dasar pembuatan mie. Tepung terigu diperoleh dari biji gandum (Triticum
vulgare) yang digiling. Tepung terigu berfungsi membentuk struktur mie, sumber
protein dan karbohidrat. Kandungan protein utama tepung terigu yang berperan
dalam pembuatan mie adalah gluten. Gluten dapat dibentuk dari gliadin (prolamin
dalam gandum) dan glutenin. Protein dalam tepung terigu untuk pembuatan mie
harus dalam jumlah yang cukup tinggi supaya mie menjadi elastis dan tahan
terhadap penarikan sewaktu proses produksinya. Bahan-bahan lain yang digunakan
antara lain air, garam, bahan pengembang, zat warna, bumbu dan telur.
b. Air berfungsi
sebagai media reaksi antara gluten dan karbohidrat, melarutkan garam, dan
membentuk sifat kenyal gluten. Pati dan gluten akan mengembang
dengan adanya air. Air yang digunakan sebaiknya memiliki pH antara 6 – 9, hal
ini disebabkan absorpsi air makin meningkat dengan naiknya pH. Makin banyak air
yang diserap, mie menjadi tidak mudah patah. Jumlah air yang optimum membentuk
pasta yang baik.
c. Garam berperan
dalam memberi rasa, memperkuat tekstur mie, meningkatkan
fleksibilitas dan elastisitas mieserta mengikat air. Garam dapat menghambat
aktivitas enzim protease dan amilase sehingga pasta tidak bersifat lengket dan
tidak mengembang secara berlebihan.
·
Bahan tambahan (Bumbu)
v Garam
v gula
v penguat
rasa
v bubuk
bawang putih
v bawang
merah
v ekstrak ragi
v perasa
v merica
v agen anti pengembang
2.2
Pemilihan bahan makanan
a. PT.
Indofood Sukses Makmur TBK Bandung bekerja sama dengan beberapa pemasok (supplier) yang ditunjuk untuk pengadaan
bahan baku (raw material) dan bahan
pendukung lainnya. Adapun supplier-supplier
yang ditunjuk untuk pengadaan bahan baku dan bahan pendukung produksi mie
instan dapat dilihat dibawah ini
|
No
|
Material
|
Supplier
|
Lokasi
|
|
1
|
Tepung terigu
|
Bogasari Flour Mills
|
Jakarta
|
|
2
|
Minyak goreng
|
Bimoli
|
Jakarta
|
|
3
|
Bumbu
|
PT. Food Ingredient Development
|
Cikampek
|
2.3 Penyimpanan
bahan makanan
Mie yang telah
terbungkus rapi ditranport ke salah satu bagian pabrik kemudian dengan
menggunakan tenaga manusia kardus yang berisi mie ini disusun diatas mesin
bermotor pengangkiu barang yang kemudian akan dibawa ke gudang yang telah
diatur sirkulasinya. Sistem
penyimpanan dan pengeluaran yaitu first
in first outyaitu barang yang duluan masuk digudang penyimpanan itu yang
didahulukan untuk dipasarkan.
2.4 Teknik Pengolahan
yang digunakan
Ada tiga
tahap penting dalam pengolahan mie instan sampai siap dipasarkan. Tahap yang
pertama yaitu tahap pendahuluan, tahap pembuatan, dan tahap terakhir adalah
penyimpanan.
1.
Tahap
pendahuluan
yaitu melakukan quality control yaitu dengan menyeleksi
bahan-bahan yang sesuai standar yang diinginkan oleh produsen contohnya terigu.
Tujuan dari proses ini adalah agar produk yang dihasilkan berkualitas dan tahan
lama. Bahan yang tidak memenuhi standar dikembalikan pada pihak produsen bahan.
2.
Tahap kedua
Tahap kedua dalam proses produksi adalah pembuatan mie. Tahapan ini terbagi
menjadi enam peoses, yaitu:
a.
Mixing yaitu
mencampur bahan baku dengan cairan formula yang diaduk menggunakan mesin
pengaduk (mixer) hingga adonan tercampur rata dengan tingkat kekenyalan
yang sesuai untuk dibentuk. Dalam proses mixing PT.
Indofood Sukses Makmur TBK Bandung menggunakan sistem Silo , yaitu Suatu proses
penyupplian tepung terigu yang dilakukan secara otomatis. Tepung terigu yang berasal dari gudang
bahan baku dimasukkan ke tangki penampungan (buffer) sebelum penimbangan
berlangsung. Kemudian tepung yang sudah disesuaikan jumlahnya/sudah diprogram
(sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi) secara otomatis masuk ke dalam
mixer.
b. Penggilingan
yaitu membentuk adonan menjadi tipis. Penipisan adonan mie terdapat
dalam tiga ukuran dengan ketebalan yang berbeda. Penipisan pertama adonan
digiling dengan cukup tebal, penipisan kedua ukurannya sudah lebih tipis dari
yang pertama, dan yang terakhir penggilingan adonan dengan ukuran
yang tipis dengan ketebalan sekitar 2 milimeter.
c. Slicing (pengirisan), penyisiran
dan penggelombangan yaitu adonan mie yang sudah digiling tipis, diiris menjadi
8 bagian sesuai ukuran kemudian adonen mie masuk kemesin yang didalamnya
terdapat alat seperti sisir yang membelah adonan menjadia bagian-bagian yang
panjang dan bergelombang. Sampai pada tahap ini beluma ada limbah yang
dihasilkan.
d. Pengukusan. Adonan mie yang telah bebrntuk panjang dan
bergelombang digiring ke dalam mesinsteambox(pengukusan). Pada tahap ini
dihasilkan limbah berupa uap panas dan sedikit air yang terkadang menetes dari
dalam mesin.
e. Cutting (pemotongan) dan
pelipatan yaitu mie yang telah dikukus tadi dipotong dengan ukuran panjang yang
telah diatur kemudian mie dilipat dua sehingga berbentuk persegi panjang
berlapis.
f. Friying (penggorengan) mie
ditransport ke dalam mesin yang berisi minyak goreng. Mesin penggorengan ini
bentuknya tertutup. Proses ini menghasiulkan limbah berupa sisa
minyak.Pengolahn sisa minyak adalah dengan menggunakannya kembali dengan cara
penambahan dengan minyak baru dan bahan kimia berupa TBH untuk menjaga kadar
asam basa dan lemak minyak serta tidak menimbulkan ketengikan. Proses
penggunaan kembali minyak oleh pihak produsen disebut sirkulasi minyak sehingga
tidak terdapat limbah sisa minyak yang dibuang.
g. Cooling (pendinginan) yaitu
proses dimana mie yang telah digoreng dengan suhu tinggi didinginkan
menggunakan mesin pendingin agar mie tidak perlu waktu yang lama untuk
didiamkan sebelum dibungkus karena suhunya telah disesuiakan dengan mesin ini.
Limbah yang dihasilkan dapat berupa limbah cair hasil pendinginan.
h. Wrapping Dan Packing
Setelah
dilakukan proses cooling, mie akan di wrapping dan packing.Wrapping merupakan
pembungkusan mie dengan kemasan yang sesuai dengan mie yang telah dibuat.
Kemudian mie yang telah dikemas diberi kode produksi dan tanggal kadarluarsa
mie.Pada packing mie yang telah terkemas dan diberi kode produksi, kemudian
ditumpuk pada karton kemasan sejumlah yang telah ditentukan, kemudian mie
diberi lakban. Tujuan dari pemberian kemasan adalah untuk melindungi produk
dari kotoran, debu dan penggangu lainnya yang dapat menurunkan kualitas
mie.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah kode produksi, mutu
karton, kondisi pengeleman, berat rata-rata dan cemaran. Adapun limbah
yang dihasilkan berupa sisa kardus dan juga dihasilkan mie yang hancur rusak
(HP).
2.5 Peralatan
yang digunakan ;
a. Mixer
b. Pengilingan
c. Mesin pemotong
d. Pengukus
e. Mesin pemotong
f. Mesin penggoreng
g. Mesin pendingin
h.Mesin pengemasan
2.6
Proses Pengolahan
Pada
proses pengolhan mie instan terdapat tujuh tahapan yang harus dilewati,
meliputi Mixing
(Pencampuran), Pressing (pengepresan). Slitting (pembentukkan untaian),
Steaming (pengukusan), cutting (pemotongan), frying (pengorengan), cooling
(pendinginan), wrapping/packing (pengemasan).
1.
Mixing
Proses mixing adalah
proses awal pada pengolahan mie. Pada tahap ini tepung terigu yang sudah berada
di alat mixer dicampurkan dengan air dan bahan tambahan ( larutan alkali yang
sudah dibuat sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi ) agar menjadi suatu
adonan. Air yang dicampurkan harus sesuai, sehingga adonan tidak terlalu lembek
atau terlalu keras. Pada proses ini pemeriksaan yang harus dilakukan adalah
pengamatan terhadap cemaran, jumlah alkali yang ditambahkan , jumlah penambahan
air serta kadar air pada adonan.
2.Pressing
Pada Proses Pengepresan
(Pressing) adonan terigu beserta campurannya dibentuk menjadi suatu lembaran.
Adonan dilewatkan pada pressing roll yang
memiliki tingkat
ketebalan yang berbeda-beda untuk mendapatkan lembaran panjang dengan ketebalan
tertentu yang sesuai dengan standart. Adonan yang
berjalan dari pressing
roll pertama sampai dengan yang terakhir menyebabkan
bentuk lembaran semakin
tipis hingga mencapai ketebalan tertentu sesuai dengan jenis mie yang akan
diproduksi. Pada Proses Pressing ini pemeriksaan yang dilakukan yaitu untuk
mengetahui cemaran dan
ketebalan untaian.
3. Slitting
Setelah melalui roll
press , maka adonan mie akan dibentuk suatu untaian dengan menggunakan alat
sillter. Dengan mengatur kecepatan laju alat sillter untaian akan lebih
merapat. Jadi mie yang terbentuk terlihat lebih rapi, rapat dan lebih padat.
Kemudian adonan yang berbentuk untaian diubah menjadi bentuk gelombang dengan
menggunakan waving net.
Pemeriksaan yang
dilakukan pada tahap ini adalah bentuk untaian dan bentuk gelombang mie yang
dihasilkan.
4.
Steaming
Steaming merupakan proses
pengukusan atau pemasakan mie menggunakan uap panas yang dialirkan boiler ke
dalam steam box. Pada tahap ini berlangsung proses gelatinisasi. Gelatinisasi
adalah proses penyerapan air
kedalam granula pati.
Tujuan dari proses ini agar mie tergelatinisasi dengan sempurna sehingga
tekstur mie menjadi empuk dan elastis. Proses pemeriksaan yang terjadi pada
proses ini adalah pengukuran tekanan, suhu, waktu steam, serta cemaran.
Pengukuran tekanan menjadi hal yang penting pada proses ini karena jika tekanan
terlalu tinggi bisa menyebabkan mie menjadi lengket dan waktu steaming juga
berpengaruh
terhadap penetrasi panas
dalam mie, jika waktu steaming semakin lama maka
panas
yang berpenetrasi akan semakin baik dan merata.
5. Cutting
Setelah melakukan
steaming, mie dibentuk menjadi bentuk segi empat
dengan proses cutting
yang dilakukan dengan melewatkan mie pada alat cutter yang bergerak dengan
kecepatan tertentu sehingga ukuran panjang mie sesuai dengan standart yang
telah ditentukan. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah kecepatan
cutter,panjang mie yang telah terpotong, berat mie basah untuk setiap line
serta
cemaran asing.
6.
Frying
Proses Frying merupakan
proses dimana mie yang telah disteam akan
digoreng menggunakan
minyak goreng yang sebelumnya telah dilakukan penyaringan dan pemanasan yang
telah ditambahkan dengan antioksidan.
Tujuan dari proses ini
adalah untuk menurunkan kadar air yang berasal dari proses pengukusan
(steaming).
Beberapa factor
yang mempengaruhi proses penggorengan adalah kondisi :
minyak goreng, suhu dari
luar ataupun dari alat-alat penggorengan, temperature penggorengan serta waktu
penggorengan. Parameter mutu yang digunakan dalam proses ini adalah waktu
penggorengan, berat mie
kering setiap jalur, susut mie, jumlah antioksidan yang ditambahkan pada minyak
serta menganalisa FFA (asam lemak bebas) minyak goreng.
7.
Cooling
Cooling atau proses pendinginan merupakan
suatu proses dimana mie yang telah melalui proses frying didinginkan/ ditiriskan
di cooling box dengan suhu tertentu. Tujuan dari proses cooling adalah untuk
menurunkan suhu mie agar mie pada saat dikemas tetap terjaga kerenyahannya .
Tujuan lain dari proses cooling ini juga untuk mengurangi kadar minyak yang
dihasilkan dari proses frying agar mie tidak berminyak.
2.7 Proses Pengemasan
PT. Indofood Sukses
Makmur TBK Bandung memproduksi mie instan yang terdiri dari 3 kelompok besar
yaitu:
1.
Bag
noodles, yaitu mie instan dalam kemasan bungkus
2.
Cup
noodles, yaitu mis instan dalam kemasan cup yang
dalam penyajiannya cukup diseduh dengan menggunakan air panas
3.
Mie telor, adalah produk
mie yang dalam pengolahannya tidak digoreng melainkan dikeringkan.
Setelah
dilakukan proses cooling, mie akan di wrapping dan packing.Wrapping merupakan
pembungkusan mie dengan kemasan yang sesuai dengan mie yang telah dibuat.
Kemudian mie yang telah dikemas diberi kode produksi dan tanggal kadarluarsa
mie. Pada packing mie yang telah terkemas dimasukkan kedalam karton dan diberi
kode produksi, kemudian ditumpuk pada karton kemasan sejumlah yang telah
ditentukan, kemudian mie diberi lakban. Tujuan dari pemberian kemasan adalah
untuk melindungi produk dari kotoran, debu dan penggangu lainnya yang dapat
menurunkan kualitas mie. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah
kode produksi: mutu karton, kondisi pengeleman, berat rata-rata dan cemaran.
2.8 Proses distribusi
Produk
yang dihasilkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur TBK Bandung tidak hanya
dipasarkan didalam negeri saja tetapi juga diekspor ke luar negeri juga,
seperti produk mie yang di ekspor ke kawasan ASEAN, Timur tengah, Hongkong,
Taiwan, Belanda, Ingris, Jerman, Australia, Amerika, sedangkan kemasan yang
digunakan disesuaikan dengan kondisi negara tersebut.
Dalam
pemasarannya, grup distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi mi instan
yang terluas di Indonesia, yang mana menembus sampai hampir ke setiap sudut
kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak
tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui
rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang
memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap
gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat
mungkin. Produk mie dari PT INDOFOOD CBP
SUKSES MAKMUR Tbk dapat dibeli
secara satuan per bungkus, dapat juga dibeli dengan paket per 5 bungkus dan
paket 1 kardus yang berisi 30 atau 40 bungkus indomie. Harga indomie relatif
ekonomis, di Indonesia pada tahun 2010,dihargai
Rp. 1350,00 per bungkusnya atau sekitar 10 sen dolar
Amerika. Di Australia,
tahun 2009 prodak dijual dengan harga 25 sen
per bungkusnya atau AUD
10 untuk satu kardus
berisi 40 bungkus prodak, sedangkan di Amerika
Serikat pada tahun 2009, prodak biasa dijual
dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya, dan dapat ditemukan di berbagai supermarket Asia
seperti Lion Supermarket,
Marina Food,
atau 99 Ranch,dll.
HASIL
PRODUKSI
Berikut adalah hasil produksi yang
dihasilkan PT
INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk :
Indomie
adalah merek
produk mi instan
yang sangat populer di Indonesia.
Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono
Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak
tahun 1970,
dan pertama kali hadir dengan rasa Kaldu Ayam saja. Selain dipasarkan di
Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara
lain di Amerika
Serikat, Australia,
berbagai negara Asia
dan Afrika
serta negara-negara Eropa,
dan itu menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia
yang mampu menembus pasar internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan
"Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi
instan.Berikut Komposisi Indomie(Mie
goreng) :
Mie
Tepung gandum (62%), minyak palm yang telah ditingkatkan kualitasnya dan mengandung antioksidan 319, zat tepung tapioka, garam, garam mineral 501 dan 500, serat sayuran 412 dan pewarna 101.
Tepung gandum (62%), minyak palm yang telah ditingkatkan kualitasnya dan mengandung antioksidan 319, zat tepung tapioka, garam, garam mineral 501 dan 500, serat sayuran 412 dan pewarna 101.
Bubuk Perasa
Garam, gula, penguat rasa 621, 631 dan 627, bubuk bawang putih dan bawang biasa, ekstrak ragi, perasa, merica, dan agen anti pengembang
Garam, gula, penguat rasa 621, 631 dan 627, bubuk bawang putih dan bawang biasa, ekstrak ragi, perasa, merica, dan agen anti pengembang
Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan
dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh
masyarakat. Bahkan, tidak jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke
luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang
praktis dan sesuai dengan selera Indonesia. Kepraktisan dalam penyajiannya dan
mudahnya pendistribusian membuat Indomie menjadi andalan warga Indonesia
saat terjadi tragedi bencana alam untuk mengatasi masalah keterbatasan dan
kelangkaan bahan pangan di lokasi dengan segera.
Indomie diklaim sebagai makanan yang sehat dan bergizi oleh
produsennya. Produk mi instan ini disebut memiliki berbagai kandungan gizi
seperti energi, protein, niasin, asam folat,
mineral zat besi, natrium,
dan berbagai vitamin
seperti vitamin A, B1, B6, dan B12. Meskipun begitu, konsumsi Indomie yang
terlalu sering tidak dianjurkan, sebab Indomie mengandung pewarna tartrazine
yang tidak baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.Berikut
rasa indomie standar :
v
Indomie Goreng Spesial
v
Indomie Goreng Pedas
v
Indomie Goreng Rasa Ayam
v
Indomie Goreng Vegan
v
Indomie Kuah Rasa Sup
Sayuran Vegan
Kemudian
PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk juga memperbnayak keaneka ragam rasa untuk
memenuhi kepuasan pelanggan nusantara,Berikut rasa rasa Indomie nusantara:
ü
Indomie Goreng Cakalang
ü
Indomie Goreng Rasa
Rendang Pedas Medan
ü
Indomie Rasa Coto
Makassar
ü
Indomie Rasa Empal
Gentong
ü
Indomie Rasa Kari Ayam
Medan
ü
Indomie Rasa Mi Cakalang
ü
Indomie Rasa Mi Celor
ü
Indomie Rasa Mi Kocok
Bandung
ü
Indomie Rasa Sop Buntut
ü
Indomie Rasa Soto Banjar
ü
Indomie Rasa Soto Banjar
Limau Kuit
ü
Indomie Rasa Soto Betawi
ü
Indomie Rasa Soto Medan
ü
Pop Mie adalah merek mi instan dalam
bentuk cup dari Indomie di Indonesia, diproduksi
oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Pop Mie
kemasan baru diluncurkan pada tahun 2010.Berikut rasa rasa Pop Mie :
Ø
Pop Mie Mi Goreng Spesial
Ø
Pop Mie Mi Goreng Pedas
Ø
Pop Mie Rasa Ayam Spesial
Ø
Pop Mie Rasa Ayam Bawang Spesial
Ø
Pop Mie Rasa Baso Spesial
Ø
Pop Mie Rasa Ayam
Ø
Pop Mie Rasa Baso
Ø
Pop Mie Rasa Soto Ayam
Ø
Pop Mie Rasa Kari Ayam
Ø
Pop Mie Mini Rasa Ayam Bawang
Ø
Pop Mie Mini Rasa Baso Sapi
Ø
Pop Mie Mini Rasa Soto Mie
Sarimi adalah merek mi instan terpopuler
keempat di Indonesia, diproduksi
oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk,
diluncurkan pada tahun 1982. Di Indonesia, sebutan
"Sarimi" juga umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi
instan.
Mie ini
murah meriah dan cocok dengan selera Indonesia, sampai tidak jarang orang
membawa Sarimi ke luar negeri bila makanan di luar tidak cocok. Saat terjadi bencana alam, orang
Indonesia sering sekali menyumbang mi instan seperti Sarimi, tentu saja beserta
barang-barang kebutuhan lainnya.
Pada tahun
2007, Sarimi Soto Koya
diluncurkan, hadir dengan rasa Jeruk
Nipis dan Pedasss. Dua
tahun kemudian, Sarimi Soto Koya hadir dengan rasa Gurih.
Berikut Jenis jenis rasa sarimi ;
ü
Sarimi Soto Koya Gurih
ü
Sarimi Soto Koya Jeruk Nipis
ü
Sarimi Soto Koya Pedasss
ü
Sarimi Rasa Ayam Bawang
ü
Sarimi Rasa Baso Sapi
ü
Sarimi Mi Goreng Rasa Ayam
ü
Sarimi Mi Goreng
ü
Sarimi Rasa Ayam
ü
Sarimi Rasa Soto Ayam
ü
Sarimi Besaar Rasa Ayam Bawang
ü
Sarimi Besaar Mi Goreng Spesial
ü
Sarimi Besaar Goreng Spesial EKSTRA PEDAS
ü
Sarimi Besaar Rasa Soto Mi
ü
Sarimi Isi 2 Mi Goreng Rasa Ayam
Kecap
ü
Sarimi Isi 2 Rasa Soto
ü
Sarimi Isi 2 Rasa Kari Spesial
Berikut
komposisi Sarimi :
Mi
Tepung
gandum (62%), minyak palm yang telah ditingkatkan kualitasnya dan mengandung
antioksidan 319, zat tepung tapioka, garam, garam mineral 501 dan 500, serat
sayurang 412 dan pewarna 101.
Bubuk Perasa
Garam, gula,
penguat rasa 621, 631 dan 627, bubuk bawang putih dan bawang biasa, ekstrak
ragi, perasa, merica, dan agen anti pengembang.
Supermi adalah merek mi instan terpopuler
ketiga di Indonesia, diproduksi
oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
Diluncurkan pada tahun 1971[rujukan?] oleh Sudono Salim. Di
Indonesia, sebutan "Supermi" juga umum dijadikan istilah generik yang
merujuk kepada mi instan. Pada tahun 2008, diluncurkanlah Supermi Go, hadir dengan tiga rasa,
yaitu GoBang, GoSo dan GoKar. Pada tahun 2010, Supermi dipiih sebagai sponsor
dalam ajang Indonesia Mencari Bakat di Trans TV.
Berikut Jenis jenis rasa Supermie ;
Ø
Supermi GoBang (Goreng Ayam Bawang)
Ø
Supermi GoSo (Goreng Rasa Soto)
Ø
Supermi GoKar (Goreng Rasa Kari)
Ø
Supermi Rasa Ayam Bawang
Ø
Supermi Super Rasa Ayam Bawang
Ø
Supermi Rasa Kaldu Ayam
Ø
Supermi Rasa Semur Ayam Pedas
Ø
Supermi Rasa Sup Sayuran
Ø
Supermi Rasa Baso Sapi
Ø
Supermi Keriting Rasa Ayam Bawang
Ø
Supermi Goreng Keriting Rasa Ayam
Ø
Supermi "Sedaaap" Goreng
Ø
Supermi "Sedaaap" Rasa
Soto
Ø
Supermi "Sedaaap" Rasa
Kari Ayam
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Produksi mie instan di PT. Indofood sukses makmur
cabang Pasuruan dalam proses pembuatannya sudah memenuhi standar kesehatan.
2. Semua produk mie instan di PT. Indofood sukses makmur
dapat di konsumsi oleh lapisan masyarakat
3. Sarana yang disediakan oleh perusahaan kepada karyawan
sudah memadai.
4. Kelestarian lingkungan sangat dijaga terutama di kawasan industri perusahaan mie
instan PT.Indofood sukses makmur.
5. Jenis limbah yang dihasilkan oleh PT Indofood ada 3
jenis yaitu libah padat berupa sisa kardus dan mie yang rusak, limbah gas
berupa emisi dari proses produksi dan limbah cair yang berasal dari kegiatan
produksi dan non produksi (WC) dan sudah diatasi dengan cukup baik
6. PT
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ini menghasilkan beberapa produk mie seperti:
- Indomie (dengan varian rasa)
- Pop Mie (dengan varian rasa)
- Sarimi (dengan varian rasa)
- Supermi (dengan varian rasa)
- Mie Telur Cap 3 Ayam
- Pop Bihun (dengan varian rasa)
- Mie Anak Emas