Sunday, June 18, 2017

Laporan Kunjungan Industri di Indofood CBP

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Sebagai salah satu produsen mi instan terbesar di dunia, Divisi Mi Instan Indofood senantiasa berada di posisi terdepan dalam industri mi instan Indonesia, dikenal atas produknya yang berkualitas dan memiliki cita rasa yang tinggi dengan harga terjangkau.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (dahulu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT Ciptakemas Abadi) (IDX: ICBP) merupakan produsen berbagai jenis makanan dan minuman yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 oleh Sudono Salim  dengan nama PT Panganjaya Intikusuma. Pada tahun 1994 - Berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur.Pada tahun 1995 - Mengakuisisi pabrik penggilingan gandum yaitu Bogasari.Setelah Mengakuisisi pabrik penggilingan gandum Bogasari pada tahun 1997 - Mengakuisisi 80% saham perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, agribisnis serta distribusi.2005 - Membentuk perusahaan patungan dengan Nestlé, mengakuisisi perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat.Pada tahun 2006 - Mengakuisisi 55,0% saham perusahaan perkapalan Pacsari Pte. Ltd.Kemudian pada tahun 2007 - Mencatatkan saham Grup Agribisnis di Bursa Efek Singapura dan menempatkan saham baru.Pada tahun2008 - Mengakuisisi 100% saham Drayton Pte. Ltd. yang memiliki secara efektif 68,57% saham di PT Indolakto, sebuah perusahaan dairy terkemuka.Kemudian pada tahun 2009 - Memulai proses restrukturisasi internal Grup CBP melalui pembentukan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dan pemekaran kegiatan usaha mi instan dan bumbu yang diikuti dengan penggabungan usaha seluruh anak perusahaan di Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP), yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Perseroan, ke dalam ICBP.Pada tahun2010 - Menyelesaikan restrukturisasi internal Grup CBP melalui pengalihan kepemilikan saham anak perusahaan di Grup CBP dengan jumlah kepemilikan kurang dari 100% ke ICBP dan melakukan Penawaran Saham Perdana yang dilanjutkan dengan pencatatan saham ICBP di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 7 Oktober 2010.
Dalam beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran.
1.2  Tujuan

·         Untuk memperluas pengetahuan mengenai teknologi pangan khususnya pada pengolahan bahan pangan setengah jadi
·         Untuk mengetahui proses pengolahan, pengemasan dan distribusi produk setengah jadi mie instan

1.3  Waktu
Hari          : Selasa
Tanggal    : 2 Mei 2017
                          
1.4  Lokasi
PT. Indofood CBP Sukses Makmur
    Pasuruan







BAB II
ISI
2.1 Pengadaan  bahan makanan (bahan baku dan bahan tambahan )
·        Bahan baku (mie)
a.    Tepung terigu merupakan bahan dasar pembuatan mie. Tepung terigu diperoleh dari biji gandum (Triticum vulgare) yang digiling. Tepung terigu berfungsi membentuk struktur mie, sumber protein dan karbohidrat. Kandungan protein utama tepung terigu yang berperan dalam pembuatan mie adalah gluten. Gluten dapat dibentuk dari gliadin (prolamin dalam gandum) dan glutenin. Protein dalam tepung terigu untuk pembuatan mie harus dalam jumlah yang cukup tinggi supaya mie menjadi elastis dan tahan terhadap penarikan sewaktu proses produksinya. Bahan-bahan lain yang digunakan antara lain air, garam, bahan pengembang, zat warna, bumbu dan telur.
b.    Air berfungsi sebagai media reaksi antara gluten dan karbohidrat, melarutkan garam, dan membentuk sifat kenyal gluten.  Pati dan gluten akan mengembang dengan adanya air. Air yang digunakan sebaiknya memiliki pH antara 6 – 9, hal ini disebabkan absorpsi air makin meningkat dengan naiknya pH. Makin banyak air yang diserap, mie menjadi tidak mudah patah. Jumlah air yang optimum membentuk pasta yang baik.
c.    Garam berperan dalam memberi rasa,  memperkuat tekstur mie, meningkatkan fleksibilitas dan elastisitas mieserta mengikat air. Garam dapat menghambat aktivitas enzim protease dan amilase sehingga pasta tidak bersifat lengket dan tidak mengembang secara berlebihan. 
·         Bahan tambahan (Bumbu)
v  Garam
v  gula
v  penguat rasa
v  bubuk bawang putih
v  bawang merah
v   ekstrak ragi
v  perasa
v  merica
v   agen anti pengembang
2.2 Pemilihan bahan makanan
a.       PT. Indofood Sukses Makmur TBK Bandung bekerja sama dengan beberapa pemasok (supplier) yang ditunjuk untuk pengadaan bahan baku (raw material) dan bahan pendukung lainnya. Adapun supplier-supplier yang ditunjuk untuk pengadaan bahan baku dan bahan pendukung produksi mie instan dapat dilihat dibawah ini

No
Material
Supplier
Lokasi
1
Tepung terigu
Bogasari Flour Mills
Jakarta
2
Minyak goreng
Bimoli
Jakarta
3
Bumbu
PT. Food Ingredient Development
Cikampek

2.3 Penyimpanan bahan makanan
 Mie yang telah terbungkus rapi ditranport ke salah satu bagian pabrik kemudian dengan menggunakan tenaga manusia kardus yang berisi mie ini disusun diatas mesin bermotor pengangkiu barang yang kemudian akan dibawa ke gudang yang telah diatur sirkulasinya.  Sistem penyimpanan dan pengeluaran yaitu first in first outyaitu barang yang duluan masuk digudang penyimpanan itu yang didahulukan untuk dipasarkan.
2.4 Teknik Pengolahan yang digunakan
Ada tiga tahap penting dalam pengolahan mie instan sampai siap dipasarkan. Tahap yang pertama yaitu tahap pendahuluan, tahap pembuatan, dan tahap terakhir adalah penyimpanan.
1.         Tahap pendahuluan
yaitu melakukan quality control yaitu dengan menyeleksi bahan-bahan yang sesuai standar yang diinginkan oleh produsen contohnya terigu. Tujuan dari proses ini adalah agar produk yang dihasilkan berkualitas dan tahan lama. Bahan yang tidak memenuhi standar dikembalikan pada pihak produsen bahan.
2.         Tahap kedua
Tahap kedua dalam proses produksi adalah pembuatan mie. Tahapan ini terbagi menjadi enam peoses, yaitu:
a.                       Mixing yaitu mencampur bahan baku dengan cairan formula yang diaduk menggunakan mesin pengaduk (mixer) hingga adonan tercampur rata dengan tingkat kekenyalan yang sesuai untuk dibentuk. Dalam proses mixing PT. Indofood Sukses Makmur TBK Bandung menggunakan sistem Silo , yaitu Suatu proses penyupplian tepung terigu yang dilakukan secara  otomatis. Tepung terigu yang berasal dari gudang bahan baku dimasukkan ke tangki penampungan (buffer) sebelum penimbangan berlangsung. Kemudian tepung yang sudah disesuaikan jumlahnya/sudah diprogram (sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi) secara otomatis masuk ke dalam mixer.

b.      Penggilingan yaitu  membentuk adonan menjadi tipis. Penipisan adonan mie terdapat dalam tiga ukuran dengan ketebalan yang berbeda. Penipisan pertama adonan digiling dengan cukup tebal, penipisan kedua ukurannya sudah lebih tipis dari yang pertama, dan yang terakhir  penggilingan adonan dengan ukuran yang tipis dengan ketebalan sekitar 2 milimeter.
c.       Slicing (pengirisan), penyisiran dan penggelombangan yaitu adonan mie yang sudah digiling tipis, diiris menjadi 8 bagian sesuai ukuran kemudian adonen mie masuk kemesin yang didalamnya terdapat alat seperti sisir yang membelah adonan menjadia bagian-bagian yang panjang dan bergelombang. Sampai pada tahap ini beluma ada limbah yang dihasilkan.
d. Pengukusan. Adonan mie yang telah bebrntuk panjang dan bergelombang digiring ke dalam mesinsteambox(pengukusan). Pada tahap ini dihasilkan limbah berupa uap panas dan sedikit air yang terkadang menetes dari dalam mesin.
e.       Cutting (pemotongan) dan pelipatan yaitu mie yang telah dikukus tadi dipotong dengan ukuran panjang yang telah diatur kemudian mie dilipat dua sehingga berbentuk persegi panjang berlapis.
f.       Friying (penggorengan) mie ditransport ke dalam mesin yang berisi minyak goreng. Mesin penggorengan ini bentuknya tertutup. Proses ini menghasiulkan limbah berupa sisa minyak.Pengolahn sisa minyak adalah dengan menggunakannya kembali dengan cara penambahan dengan minyak baru dan bahan kimia berupa TBH untuk menjaga kadar asam basa dan lemak minyak serta tidak menimbulkan ketengikan. Proses penggunaan kembali minyak oleh pihak produsen disebut sirkulasi minyak sehingga tidak terdapat limbah sisa minyak yang dibuang.
g.      Cooling (pendinginan) yaitu proses dimana mie yang telah digoreng dengan suhu tinggi didinginkan menggunakan mesin pendingin agar mie tidak perlu waktu yang lama untuk didiamkan sebelum dibungkus karena suhunya telah disesuiakan dengan mesin ini. Limbah yang dihasilkan dapat berupa limbah cair hasil pendinginan.
h.      Wrapping Dan Packing
Setelah dilakukan proses cooling, mie akan di wrapping dan packing.Wrapping merupakan pembungkusan mie dengan kemasan yang sesuai dengan mie yang telah dibuat. Kemudian mie yang telah dikemas diberi kode produksi dan tanggal kadarluarsa mie.Pada packing mie yang telah terkemas dan diberi kode produksi, kemudian ditumpuk pada karton kemasan sejumlah yang telah ditentukan, kemudian mie diberi lakban. Tujuan dari pemberian kemasan adalah untuk melindungi produk dari kotoran, debu dan penggangu lainnya yang dapat menurunkan kualitas mie.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah kode produksi, mutu karton, kondisi pengeleman, berat rata-rata dan cemaran. Adapun limbah yang dihasilkan berupa sisa kardus dan juga dihasilkan mie yang hancur rusak (HP).

2.5 Peralatan yang digunakan ;
a. Mixer
b. Pengilingan
c. Mesin pemotong
d. Pengukus
e. Mesin pemotong
f. Mesin penggoreng
g. Mesin pendingin
h.Mesin pengemasan
2.6  Proses Pengolahan

Pada proses pengolhan mie instan terdapat tujuh tahapan yang harus dilewati,
meliputi Mixing (Pencampuran), Pressing (pengepresan). Slitting (pembentukkan untaian), Steaming (pengukusan), cutting (pemotongan), frying (pengorengan), cooling (pendinginan), wrapping/packing (pengemasan).
1. Mixing
Proses mixing adalah proses awal pada pengolahan mie. Pada tahap ini tepung terigu yang sudah berada di alat mixer dicampurkan dengan air dan bahan tambahan ( larutan alkali yang sudah dibuat sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi ) agar menjadi suatu adonan. Air yang dicampurkan harus sesuai, sehingga adonan tidak terlalu lembek atau terlalu keras. Pada proses ini pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pengamatan terhadap cemaran, jumlah alkali yang ditambahkan , jumlah penambahan air serta kadar air pada adonan.
2.Pressing
Pada Proses Pengepresan (Pressing) adonan terigu beserta campurannya dibentuk menjadi suatu lembaran. Adonan dilewatkan pada pressing roll yang
memiliki tingkat ketebalan yang berbeda-beda untuk mendapatkan lembaran panjang dengan ketebalan tertentu yang sesuai dengan standart. Adonan yang
berjalan dari pressing roll pertama sampai dengan yang terakhir menyebabkan
bentuk lembaran semakin tipis hingga mencapai ketebalan tertentu sesuai dengan jenis mie yang akan diproduksi. Pada Proses Pressing ini pemeriksaan yang dilakukan yaitu untuk
mengetahui cemaran dan ketebalan untaian.
3.      Slitting
Setelah melalui roll press , maka adonan mie akan dibentuk suatu untaian dengan menggunakan alat sillter. Dengan mengatur kecepatan laju alat sillter untaian akan lebih merapat. Jadi mie yang terbentuk terlihat lebih rapi, rapat dan lebih padat. Kemudian adonan yang berbentuk untaian diubah menjadi bentuk gelombang dengan menggunakan waving net.
Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah bentuk untaian dan bentuk gelombang mie yang dihasilkan.
4.      Steaming
Steaming merupakan proses pengukusan atau pemasakan mie menggunakan uap panas yang dialirkan boiler ke dalam steam box. Pada tahap ini berlangsung proses gelatinisasi. Gelatinisasi adalah proses penyerapan air
kedalam granula pati. Tujuan dari proses ini agar mie tergelatinisasi dengan sempurna sehingga tekstur mie menjadi empuk dan elastis. Proses pemeriksaan yang terjadi pada proses ini adalah pengukuran tekanan, suhu, waktu steam, serta cemaran. Pengukuran tekanan menjadi hal yang penting pada proses ini karena jika tekanan terlalu tinggi bisa menyebabkan mie menjadi lengket dan waktu steaming juga berpengaruh
terhadap penetrasi panas dalam mie, jika waktu steaming semakin lama maka
panas yang berpenetrasi akan semakin baik dan merata.                  
5. Cutting
Setelah melakukan steaming, mie dibentuk menjadi bentuk segi empat
dengan proses cutting yang dilakukan dengan melewatkan mie pada alat cutter yang bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga ukuran panjang mie sesuai dengan standart yang telah ditentukan. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahap ini adalah kecepatan cutter,panjang mie yang telah terpotong, berat mie basah untuk setiap line serta
cemaran asing.
6. Frying
Proses Frying merupakan proses dimana mie yang telah disteam akan
digoreng menggunakan minyak goreng yang sebelumnya telah dilakukan penyaringan dan pemanasan yang telah ditambahkan dengan antioksidan.
Tujuan dari proses ini adalah untuk menurunkan kadar air yang berasal dari proses pengukusan (steaming).
Beberapa factor yang mempengaruhi proses penggorengan adalah kondisi  :
minyak goreng, suhu dari luar ataupun dari alat-alat penggorengan, temperature penggorengan serta waktu penggorengan. Parameter mutu yang digunakan dalam proses ini adalah waktu
penggorengan, berat mie kering setiap jalur, susut mie, jumlah antioksidan yang ditambahkan pada minyak serta menganalisa FFA (asam lemak bebas) minyak goreng.
7. Cooling
Cooling atau proses pendinginan merupakan suatu proses dimana mie yang telah melalui proses frying didinginkan/ ditiriskan di cooling box dengan suhu tertentu. Tujuan dari proses cooling adalah untuk menurunkan suhu mie agar mie pada saat dikemas tetap terjaga kerenyahannya . Tujuan lain dari proses cooling ini juga untuk mengurangi kadar minyak yang dihasilkan dari proses frying agar mie tidak berminyak.

2.7  Proses Pengemasan
PT. Indofood Sukses Makmur TBK Bandung memproduksi mie instan yang terdiri dari 3 kelompok besar yaitu:
1.                   Bag noodles, yaitu mie instan dalam kemasan bungkus
2.                   Cup noodles, yaitu mis instan dalam kemasan cup yang dalam penyajiannya cukup diseduh dengan menggunakan air panas
3.                   Mie telor, adalah produk mie yang dalam pengolahannya tidak digoreng melainkan dikeringkan.
Setelah dilakukan proses cooling, mie akan di wrapping dan packing.Wrapping merupakan pembungkusan mie dengan kemasan yang sesuai dengan mie yang telah dibuat. Kemudian mie yang telah dikemas diberi kode produksi dan tanggal kadarluarsa mie. Pada packing mie yang telah terkemas dimasukkan kedalam karton dan diberi kode produksi, kemudian ditumpuk pada karton kemasan sejumlah yang telah ditentukan, kemudian mie diberi lakban. Tujuan dari pemberian kemasan adalah untuk melindungi produk dari kotoran, debu dan penggangu lainnya yang dapat menurunkan kualitas mie. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan adalah kode produksi: mutu karton, kondisi pengeleman, berat rata-rata dan cemaran.
2.8  Proses distribusi
Produk yang dihasilkan oleh PT. Indofood Sukses Makmur TBK Bandung tidak hanya dipasarkan didalam negeri saja tetapi juga diekspor ke luar negeri juga, seperti produk mie yang di ekspor ke kawasan ASEAN, Timur tengah, Hongkong, Taiwan, Belanda, Ingris, Jerman, Australia, Amerika, sedangkan kemasan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi negara tersebut.
Dalam pemasarannya, grup distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi mi instan yang terluas di Indonesia, yang mana menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin. Produk mie dari PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk  dapat dibeli secara satuan per bungkus, dapat juga dibeli dengan paket per 5 bungkus dan paket 1 kardus yang berisi 30 atau 40 bungkus indomie. Harga indomie relatif ekonomis, di Indonesia pada tahun 2010,dihargai Rp. 1350,00 per bungkusnya atau sekitar 10 sen dolar Amerika. Di Australia, tahun 2009 prodak dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus prodak, sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, prodak biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya, dan dapat ditemukan di berbagai supermarket Asia seperti Lion Supermarket, Marina Food, atau 99 Ranch,dll.
HASIL PRODUKSI
Berikut adalah hasil produksi yang dihasilkan PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk :
Indomie adalah merek produk mi instan yang sangat populer di Indonesia. Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk paling sukses dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai diluncurkan ke pasar sejak tahun 1970, dan pertama kali hadir dengan rasa Kaldu Ayam saja. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, dan itu menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.Berikut Komposisi Indomie(Mie goreng) :
Mie
 Tepung gandum (62%), minyak palm yang telah ditingkatkan kualitasnya dan mengandung antioksidan 319, zat tepung tapioka, garam, garam mineral 501 dan 500, serat sayuran 412 dan pewarna 101.
Bubuk Perasa
 Garam, gula, penguat rasa 621, 631 dan 627, bubuk bawang putih dan bawang biasa, ekstrak ragi, perasa, merica, dan agen anti pengembang
Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia. Kepraktisan dalam penyajiannya dan mudahnya pendistribusian membuat Indomie menjadi andalan warga Indonesia saat terjadi tragedi bencana alam untuk mengatasi masalah keterbatasan dan kelangkaan bahan pangan di lokasi dengan segera.
Indomie diklaim sebagai makanan yang sehat dan bergizi oleh produsennya. Produk mi instan ini disebut memiliki berbagai kandungan gizi seperti energi, protein, niasin, asam folat, mineral zat besi, natrium, dan berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B6, dan B12. Meskipun begitu, konsumsi Indomie yang terlalu sering tidak dianjurkan, sebab Indomie mengandung pewarna tartrazine yang tidak baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.Berikut rasa indomie standar :
v     Indomie Goreng Spesial
v     Indomie Goreng Pedas
v     Indomie Goreng Sate
v     Indomie Goreng Rasa Ayam
v     Indomie Goreng Rendang
v     Indomie Goreng Vegan
v     Indomie Kuah Rasa Sop Ayam
v     Indomie Kuah Rasa Kari Ayam
v     Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam
v     Indomie Kuah Rasa Kaldu Udang
v     Indomie Kuah Rasa Ayam Bawang
v     Indomie Kuah Rasa Ayam Spesial
v     Indomie Kuah Rasa Soto Mie
v     Indomie Kuah Rasa Soto Spesial
v     Indomie Kuah Rasa Baso Sapi
v     Indomie Kuah Rasa Sup Sayuran Vegan
Kemudian PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk  juga memperbnayak keaneka ragam rasa untuk memenuhi kepuasan pelanggan nusantara,Berikut rasa rasa Indomie nusantara:

ü    Indomie Goreng Cakalang
ü    Indomie Goreng Rasa Rendang Pedas Medan
ü    Indomie Rasa Coto Makassar
ü    Indomie Rasa Empal Gentong
ü    Indomie Rasa Kari Ayam Medan
ü    Indomie Rasa Mi Cakalang
ü    Indomie Rasa Mi Celor
ü    Indomie Rasa Mi Kocok Bandung
ü    Indomie Rasa Sop Buntut
ü    Indomie Rasa Soto Banjar
ü    Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit
ü    Indomie Rasa Soto Betawi
ü    Indomie Rasa Soto Medan
ü     
Pop Mie adalah merek mi instan dalam bentuk cup dari Indomie di Indonesia, diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Pop Mie kemasan baru diluncurkan pada tahun 2010.Berikut rasa rasa Pop Mie :
Ø    Pop Mie Mi Goreng Spesial
Ø    Pop Mie Mi Goreng Pedas
Ø    Pop Mie Rasa Ayam Spesial
Ø    Pop Mie Rasa Ayam Bawang Spesial
Ø    Pop Mie Rasa Baso Spesial
Ø    Pop Mie Rasa Ayam
Ø    Pop Mie Rasa Baso
Ø    Pop Mie Rasa Soto Ayam
Ø    Pop Mie Rasa Kari Ayam
Ø    Pop Mie Mini Rasa Ayam Bawang
Ø    Pop Mie Mini Rasa Baso Sapi
Ø    Pop Mie Mini Rasa Soto Mie
Sarimi adalah merek mi instan terpopuler keempat di Indonesia, diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, diluncurkan pada tahun 1982. Di Indonesia, sebutan "Sarimi" juga umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.
Mie ini murah meriah dan cocok dengan selera Indonesia, sampai tidak jarang orang membawa Sarimi ke luar negeri bila makanan di luar tidak cocok. Saat terjadi bencana alam, orang Indonesia sering sekali menyumbang mi instan seperti Sarimi, tentu saja beserta barang-barang kebutuhan lainnya.
Pada tahun 2007, Sarimi Soto Koya diluncurkan, hadir dengan rasa Jeruk Nipis dan Pedasss. Dua tahun kemudian, Sarimi Soto Koya hadir dengan rasa Gurih.

Berikut Jenis jenis rasa sarimi ;
ü    Sarimi Soto Koya Gurih
ü    Sarimi Soto Koya Jeruk Nipis
ü    Sarimi Soto Koya Pedasss
ü    Sarimi Rasa Ayam Bawang
ü    Sarimi Rasa Baso Sapi
ü    Sarimi Mi Goreng Rasa Ayam
ü    Sarimi Mi Goreng
ü    Sarimi Rasa Ayam
ü    Sarimi Rasa Soto Ayam
ü    Sarimi Besaar Rasa Ayam Bawang
ü    Sarimi Besaar Mi Goreng Spesial
ü    Sarimi Besaar Goreng Spesial EKSTRA PEDAS
ü    Sarimi Besaar Rasa Soto Mi
ü    Sarimi Isi 2 Mi Goreng Rasa Ayam Kecap
ü    Sarimi Isi 2 Rasa Soto
ü    Sarimi Isi 2 Rasa Kari Spesial
Berikut komposisi Sarimi :
Mi
Tepung gandum (62%), minyak palm yang telah ditingkatkan kualitasnya dan mengandung antioksidan 319, zat tepung tapioka, garam, garam mineral 501 dan 500, serat sayurang 412 dan pewarna 101.

Bubuk Perasa
Garam, gula, penguat rasa 621, 631 dan 627, bubuk bawang putih dan bawang biasa, ekstrak ragi, perasa, merica, dan agen anti pengembang.

Supermi adalah merek mi instan terpopuler ketiga di Indonesia, diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Diluncurkan pada tahun 1971[rujukan?] oleh Sudono Salim. Di Indonesia, sebutan "Supermi" juga umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan. Pada tahun 2008, diluncurkanlah Supermi Go, hadir dengan tiga rasa, yaitu GoBang, GoSo dan GoKar. Pada tahun 2010, Supermi dipiih sebagai sponsor dalam ajang Indonesia Mencari Bakat di Trans TV.

Berikut Jenis jenis rasa Supermie ;
Ø   Supermi GoBang (Goreng Ayam Bawang)
Ø   Supermi GoSo (Goreng Rasa Soto)
Ø   Supermi GoKar (Goreng Rasa Kari)
Ø   Supermi Rasa Ayam Bawang
Ø   Supermi Super Rasa Ayam Bawang
Ø   Supermi Rasa Kaldu Ayam
Ø   Supermi Rasa Semur Ayam Pedas
Ø   Supermi Rasa Sup Sayuran
Ø   Supermi Rasa Baso Sapi
Ø   Supermi Keriting Rasa Ayam Bawang
Ø   Supermi Goreng Keriting Rasa Ayam
Ø   Supermi "Sedaaap" Goreng
Ø   Supermi "Sedaaap" Rasa Soto
Ø   Supermi "Sedaaap" Rasa Kari Ayam












BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1.   Produksi mie instan di PT. Indofood sukses makmur cabang Pasuruan dalam proses pembuatannya sudah memenuhi standar kesehatan.
2.   Semua produk mie instan di PT. Indofood sukses makmur dapat di konsumsi oleh lapisan masyarakat
3.   Sarana yang disediakan oleh perusahaan kepada karyawan sudah memadai.
4.   Kelestarian lingkungan sangat dijaga terutama di kawasan industri perusahaan mie instan PT.Indofood sukses makmur.
5.   Jenis limbah yang dihasilkan oleh PT Indofood ada 3 jenis yaitu libah padat berupa sisa kardus dan mie yang rusak, limbah gas berupa emisi dari proses produksi dan limbah cair yang berasal dari kegiatan produksi dan non produksi (WC) dan sudah diatasi dengan cukup baik
6.  PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ini menghasilkan beberapa produk mie seperti:

No comments:

Post a Comment